Beritabandung.or.id – Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak menegaskan bahwa skuad asuhannya sama sekali tidak berada dalam kondisi tertekan menjelang pertandingan krusial penentu gelar juara Super League 2025/2026 melawan Persijap Jepara pada laga yang dijadwalkan bertempat di Bandung, Jumat (22/5/2026).
Kesiapan mental para pemain dinilai sangat baik karena atmosfer pertandingan penentu ini dianggap tidak berbeda dengan laga-laga reguler yang sudah dilewati tim sepanjang musim bergulir.
“Saya pikir tidak ada tekanan sama sekali untuk pertandingan besok. Kami tahu setiap pertandingan itu penting, dan kami sudah siap.” ujarnya di Bandung, Jumat.
Baca juga : Gangguan Selat Hormuz Picu Risiko Krisis Ekonomi dan Pangan Global
Juru taktik berkebangsaan Kroasia tersebut menjamin dinamika psikologis internal tim sangat kondusif lantaran setiap pilar Maung Bandung telah mengerti fungsi strategis masing-masing demi mengamankan poin penuh.
“I saya tidak khawatir soal kondisi mental pemain, karena mereka semua sudah siap dan tahu apa yang harus dilakukan di laga ini.” katanya.
Evaluasi tim kepelatihan menunjukkan bahwa motivasi ekstrinsik yang berlebihan justru tidak diperlukan saat ini agar ritme permainan skema taktikal tetap terjaga dengan kepala dingin.
“Saya bahkan tidak perlu terlalu memotivasi pemain, karena mereka sudah tahu tugasnya. Justru sekarang yang penting adalah menjaga mereka tetap tenang dan fokus,” jelasnya.
Keyakinan diri tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat ini juga didongkrak oleh rekor impresif berupa catatan 18 pertandingan beruntun tanpa tersentuh kekalahan sejak kompetisi musim lalu hingga laga terakhir di Makassar.
“Setelah kami hampir tidak mengalami kekalahan sejak pertandingan tahun lalu, mungkin sekitar 18 pertandingan sampai kemarin di Makassar, tentu ini membuat pemain semakin percaya diri,” ujarnya.
Rentetan hasil positif di bawah arahan Bojan Hodak tersebut menjadi fondasi kekuatan moral yang solid bagi Persib Bandung untuk mengarungi partai puncak tanpa beban psikologis yang menghambat performa.