Desak Karhutla Menjadi Bencana Nasional, Anggota DPR: Paru-paru Dunia Sedang Tercemar

Desak Karhutla Menjadi Bencana Nasional, Anggota DPR: Paru-paru Dunia Sedang Tercemar

Beritabandung.or.id – Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mendesak pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional karena skalanya yang begitu besar dan terjadi di banyak wilayah.

Ia menyoroti karhutla yang terjadi di Kalimantan, padahal pulau tersebut selama ini dikenal sebagai “Paru-paru dunia” tetapi justru tercemar oleh asap akibat karhutla.

“Kami sangat prihatin dengan bencana karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Kalimantan dikenal dunia sebagai salah satu kawasan penting bagi paru-paru dunia. Tetapi hari ini masyarakat Kalimantan justru harus berjuang menghirup udara yang tercemar akibat kebakaran hutan dan lahan,” kata Daniel di Gedung DPR RI, Rabu (2/9/2026).

Menurut Daniel, karhutla tidak bisa lagi sekadar menjadi persoalan lingkungan karena telah mengancam kesehatan, keselamatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini menegaskan, penanganan karhutla harus dilakukan secara lebih serius, terkoordinasi, dan berskala nasional.

Nobar Bola Gratis : KICKOFFTVid

“Pemerintah harus menangani karhutla ini dengan sangat serius. Kita tidak bisa membiarkan karhutla semakin meluas dan membuat masyarakat semakin menderita karena paparan kabut asap yang mengancam kesehatan dan keselamatan mereka,” kata Daniel.

Ia juga meminta seluruh kemampuan pemerintah dikerahkan untuk memadamkan api dan melindungi masyarakat terdampak.

“Pemerintah harus memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan. Masker, alat kesehatan, oksigen, layanan kesehatan, dan kebutuhan lainnya harus tersedia, terutama bagi kelompok rentan,” ujar Daniel.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS Riyono meminta pemerintah memperkuat mitigasi karhutla sejak dini karena ancaman karhutla masih dapat terjadi lebih besar pada 2027.

“Ini belum puncaknya. Karena itu, mitigasi harus disiapkan dari sekarang. Jangan sampai kita menunggu kejadian besar baru kemudian sibuk melakukan penanganan,” kata Riyono, Rabu.

Baca juga: Rencana Perkuat Pencegahan Korupsi, KPK Usulkan Tambah Anggaran Sebesar Rp 774 Miliar

Riyono juga menilai pemerintah perlu memperkuat jumlah personel yang bertugas mengawasi kawasan hutan, serta melibatkan masyarakat dalam pencegahan karhutla.

“Dengan wilayah hutan yang sangat luas, tentu tidak mungkin hanya mengandalkan jumlah petugas yang ada sekarang. Kita membutuhkan penguatan SDM, baik penyuluh kehutanan, pengelola Agni maupun polisi hutan,” kata dia.

Belum aman dari karhutla

Diberitakan sebelumnya, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, Indonesia masih belum aman dari karhutla di tengah fenomena El Nino yang kuat.

Meski ada penurunan tren titik panas (hotspot karhutla di beberapa provinsi, tetapi Raja Juli menilai kondisi belum aman.

“Tetapi dari segi nature-nya, kita belum keluar dari ancaman El Nino ini. Karhutla fase masa El Nino ini belum sama sekali. Kita belum aman,” ujar Raja Juli di Kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa September adalah puncak dari fenomena El Nino. Maka dari itu, penurunan titik panas karhutla yang ada ini harus terus dipertahankan.

“Alhamdulillah sekali lagi tren-nya menurun, harus kita pertahankan, tetapi waspada. Harus sangat waspada karena September bagi saya adalah ladang perjuangan sesungguhnya. Pertarungan kita di bulan September,” ucap dia.

guest
1 Tulis Komentar
Oldest
Newest Most Voted

[…] Baca juga: Desak Karhutla Menjadi Bencana Nasional, Anggota DPR: Paru-paru Dunia Sedang Tercemar […]