Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta para pendukung Persib Bandung atau Bobotoh untuk tidak melakukan euforia berlebih setelah kemenangan timnya atas Persija Jakarta pada Minggu, 10 Mei 2026. Imbauan ini bertujuan menjaga situasi tetap kondusif di seluruh wilayah Kota Bandung.
Pengawasan ketat dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung guna memastikan perayaan kemenangan pada pekan ke-32 kompetisi Liga Super 2025/2026 tersebut tidak mengganggu kenyamanan publik. Sebagaimana dilansir dari Berita Satu, Muhammad Farhan menilai kegembiraan suporter adalah hal yang wajar namun harus tetap mengikuti aturan.
“Bahagia sih bahagia, euforia sudah pasti, saya tidak bisa cegah. Namun, tolong perhatikan, kita senang-senangnya jangan sampai bikin susah orang lain ya,” kata Muhammad Farhan, Wali Kota Bandung, di Jawa Barat.
Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) beserta aparat keamanan gabungan telah disiagakan untuk memantau pergerakan massa. Personel yang dikerahkan meliputi anggota kepolisian, TNI, Satpol PP, hingga petugas kewilayahan di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Muhammad Farhan menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bandung memantau langsung situasi melalui Bandung Command Center. Langkah ini diambil demi menjamin keamanan dan memastikan perayaan kemenangan berlangsung secara bermartabat tanpa insiden negatif.
Sementara itu, pihak Polrestabes Bandung menurunkan 2.270 personel untuk mengamankan jalannya perayaan di berbagai titik strategis. Pengamanan difokuskan pada lebih dari 100 lokasi nonton bareng yang tersebar di wilayah hukum Kota Bandung.
AKBP Asep Saepudin, Kepala Bagian Operasi Polrestabes Bandung, menyatakan bahwa ribuan personel tersebut telah disebar ke titik-titik rawan keramaian. Langkah antisipasi ini dilakukan mengingat tensi tinggi pertandingan klasik tersebut tetap berdampak pada pergerakan massa di kota asal klub.
Pertandingan antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta itu sendiri digelar di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur. Meski laga berlangsung jauh dari Bandung, konsentrasi massa pendukung tetap terpantau tinggi di pusat kota Jawa Barat tersebut.