Saya mengapresiasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit beserta seluruh jajaran polda dan polres yang bergerak cepat merespons cita-cita Presiden mewujudkan swasembada pangan, khususnya bawang putih
Beritabandung.or.id – Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv mengapresiasi kolaborasi Polri, pemerintah daerah, dan petani dalam memperkuat produksi bawang putih untuk mendukung swasembada pangan nasional.
Rajiv dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis, mengatakan kegiatan penanaman bawang putih serentak yang dipusatkan di Sembalun, Nusa Tenggara Barat, menjadi bagian dari program ketahanan pangan Polri.
“Saya mengapresiasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit beserta seluruh jajaran polda dan polres yang bergerak cepat merespons cita-cita Presiden mewujudkan swasembada pangan, khususnya bawang putih,” kata Rajiv.
Menurut dia, kegiatan tersebut mencerminkan langkah konkret melalui perluasan lahan sekaligus kolaborasi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan ribuan petani di berbagai wilayah.
“Yang menarik dari kegiatan ini bukan hanya luas lahan yang ditanami, tetapi kemampuan Polri menggerakkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan ribuan petani secara serentak di berbagai wilayah,” ujarnya.
Program penanaman serentak, kata Rajiv, penting karena swasembada pangan membutuhkan perluasan basis produksi, peningkatan produktivitas petani, kesinambungan musim tanam, serta dukungan rantai pasok dari hulu hingga hilir.
Di Sembalun, panen dilakukan pada lahan seluas 105 hektare dengan potensi produksi sekitar 1.050 ton. Pada saat yang sama, penanaman baru disiapkan pada lahan seluas 120 hektare untuk menjaga keberlanjutan produksi.
“Ini penting karena swasembada harus dibangun sebagai proses yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial pada satu momentum panen,” katanya.
Berdasarkan informasi Divisi Humas Polri, penanaman serentak juga dilakukan di 14 wilayah polda dengan luas 279,53 hektare dan potensi produksi hampir 2.800 ton bawang putih.
Kegiatan tersebut melibatkan 2.174 petani yang tergabung dalam 110 kelompok tani. Rajiv menilai keterlibatan petani menjadi bagian penting dalam membangun basis produksi pangan nasional.
Nobar Bola Gratis : KICKOFFTVid
“Angka 2.174 petani yang terlibat dan potensi panen hampir 2.800 ton bawang putih harus kita lihat sebagai sesuatu yang sangat penting. Karena tujuan besar ketahanan pangan pada akhirnya bukan sekadar menghasilkan komoditas, tetapi juga memperkuat kapasitas petani sebagai pelaku utama produksi pangan nasional,” ujarnya.
Rajiv berharap program tersebut terus dikembangkan melalui pendampingan budi daya, penggunaan benih berkualitas, peningkatan produktivitas, kepastian pasar, pembangunan sarana penyimpanan, serta penyesuaian kalender tanam dengan karakteristik setiap daerah.
Menurut dia, langkah tersebut diperlukan agar perluasan areal tanam dapat meningkatkan produksi secara berkelanjutan sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih.
“Saya berharap langkah yang telah dimulai Kapolri dan jajarannya tidak berhenti pada penanaman,” katanya.
Ia menambahkan tantangan berikutnya ialah menjaga produktivitas, memastikan hasil panen terserap, mempertahankan harga yang menguntungkan petani, dan membangun ekosistem bawang putih nasional dari hulu hingga hilir.
“Kalau konsistensi ini dapat dijaga, kontribusinya terhadap kemandirian pangan Indonesia akan semakin nyata,” ujarnya.
Rajiv mendorong pengawalan program secara konsisten, perluasan pelibatan petani, dan peningkatan produktivitas agar kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan basis produksi bawang putih nasional.
Penanaman bawang putih serentak yang dipusatkan di Sembalun juga dirangkaikan dengan panen bawang putih dan peresmian gudang ketahanan pangan Polri.
Baca Juga: BNN gagalkan penyelundupan 2,6 ton sabu cair dari kapal Tanzania
[…] Baca Juga: Legislator: kolaborasi Polri-petani wujudkan swasembada bawang putih […]