Donald Trump Peringatkan Iran Setelah Serangan Drone Fasilitas Nuklir UEA

Donald Trump Peringatkan Iran Setelah Serangan Drone Fasilitas Nuklir UEA

Beritabandung.or.id – Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Iran menyusul serangan drone yang menargetkan pembangkit listrik tenaga nuklir di Uni Emirat Arab pada Minggu (17/5), sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz.

Melalui platform Truth Social, Trump menyampaikan kegusarannya terhadap Teheran di tengah status gencatan senjata yang rapuh setelah dirinya kembali dari kunjungan di China. “sebaiknya bergerak maju, CEPAT, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka.” tegas Trump.

Baca juga Chelsea Resmi Tunjuk Xabi Alonso Sebagai Manajer Baru

Situasi ketegangan tersebut langsung berdampak pada pasar global pada perdagangan Senin, di mana harga minyak mentah Brent melonjak sekitar 1,5 persen ke level US$110,70 per barel.

Kondisi ini memperburuk aksi jual obligasi global karena kekhawatiran inflasi, sementara imbal hasil Surat Utang Pemerintah AS tenor 10 tahun menembus 4,5 persen, menuntut pembukaan Selat Hormuz.

Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab melaporkan satu drone memicu kebakaran di stasiun listrik fasilitas nuklir Barakah, sementara dua drone lainnya berhasil dicegat.

Pihak berwenang Abu Dhabi memastikan tidak ada dampak radiologis, sementara Arab Saudi juga mengaku menghancurkan tiga drone dari arah Irak pada hari yang sama.

Penasihat senior kebijakan luar negeri Presiden UEA, Anwar Gargash, memberikan respons tegas melalui platform X terkait insiden keamanan di fasilitas nuklir tersebut.

“Serangan teroris terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Barakah, baik dilakukan langsung oleh pelaku utama maupun melalui proksinya, merupakan eskalasi berbahaya dan babak kelam yang melanggar seluruh hukum serta norma internasional,” ujar Anwar Gargash.

Ia menambahkan bahwa tindakan agresif tersebut memperlihatkan besarnya tantangan keamanan yang dihadapi oleh negara-negara di kawasan Timur Tengah.

“Eskalasi tercela ini kembali menegaskan besarnya tantangan kawasan dalam menghadapi kekuatan kejahatan, kekacauan, dan sabotase.” kata Anwar Gargash.

Hingga saat ini pihak Iran belum memberikan komentar resmi, meskipun media lokal Fars menyebut adanya lima syarat kesepakatan damai dari AS termasuk penyerahan uranium yang diperkaya.

Tuntutan sebaliknya diajukan Iran yang meminta kompensasi perang, pencairan aset, pengakhiran blokade pelabuhan, serta pengakuan kendali atas navigasi pelayaran di Selat Hormuz.

Terkait negosiasi tersebut, Trump menyatakan kepada Axios bahwa posisi Iran belum sesuai dengan keinginan Washington namun dirinya tetap menunggu proposal terbaru.

“Kami ingin mencapai kesepakatan,” kata Trump. Trump menambahkan peringatan mengenai konsekuensi buruk bagi Iran jika kesepakatan tidak tercapai, meskipun peperangan sejak akhir Februari telah menimbulkan ribuan korban jiwa.

“Mereka belum berada di posisi yang kami inginkan. Mereka harus sampai ke sana atau mereka akan terkena dampak yang sangat buruk, dan mereka tidak menginginkan itu” kata Trump.

guest
0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted