BOGOR, Beritabandung.or.id – Mahasiswa Universitas Pakuan (Unpak) Bogor akan menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026) sore.
Presiden Mahasiswa Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Pakuan, Galuh Maulana, mengonfirmasi rencana aksi tersebut.
“Iya sesuai dengan informasi dilaman media BEM KBM,” kata Galuh saat ditemui Beritabandung.or.id di Universitas Pakuan, Jumat.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa Unpak akan menyampaikan enam tuntutan.
Daftar tuntutan mahasiswa Universitas Pakuan
Berikut enam tuntutan yang akan dibawa mahasiswa Universitas Pakuan dalam aksi di depan Gedung DPR RI:
- Evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
- Evaluasi dan penjabaran UU TNI-Polri.
- Percepatan reforma agraria.
- Evaluasi kepemimpinan Prabowo-Gibran dan perombakan Kabinet Merah Putih.
- Perombakan Kabinet Merah Putih.
- Pengawalan RUU Perampasan Aset.
Sekitar 100 mahasiswa Unpak berangkat ke Jakarta
Galuh mengatakan, sekitar 100 mahasiswa Universitas Pakuan akan berangkat ke Jakarta untuk menggelar aksi tersebut.
Mereka menggunakan tiga unit bus, terdiri dari satu bus yang yang difasilitasi pihak kampus dan dua bus jenis Miniarta yang disewa oleh mahasiswa.
Nobar Bola Gratis : KICKOFFTVid
Tiga bus tersebut telah terparkir di dalam area kampus dan disiapkan untuk mengangkut mahasiswa menuju Jakarta.
“Kita menuju ke Jakarta menggunakan bus. Satu dari bus (kampus) Pakuan, dua dari sewaan kita Miniarta,” kata Galuh.
Menurut Galuh, biaya sewa dua bus tersebut berasal dari iuran mahasiswa dan anggaran kelembagaan BEM Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Pakuan.
“Kita menginformasikan ke kawan-kawan yang berangkat, kita kolektif dan sekaligus kita juga ada slot anggaran dari kelembagaan BEM KBM, lanjutnya.”
Galuh mengatakan, pihaknya telah mengirimkan pemberitahuan mengengai aksi tersebut kepada kepolisian.
“Kalau untuk surat pemberitahuan, kita sudah memberikannya lewat email media Humas Polri di situ, Polda Metro Jaya,” jelas Galuh.
Rektor Unpak Minta Mahasiswa Tertib
Rektor Universitas Pakuan Bogor Didik Notosudjono menyatakan mengingatkan mahasiswa yang hendak menyampaikan aspirasi melalui aksi unjuk rasa.
Baca juga: Akhir Polemik Rekening Botok Pati: Polisi Ungkap Alasan Memblokir, Bank Mandiri Pulihkan Kembali
Namun, ia meminta mahasiswa tetap tertib, menjaga kondisi tetap kondusif, dan tidak melakukan tindakan anarkis.
“Pesan demo itu yang sopan (tertib), tapi target-target (tuntutan) bisa tercapai. Kira-kira seperti itu,” ujar Didik saat ditemui Kompas.com di Universitas Pakuan, Jumat.
Didik menilai mahasiswa tetap memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi melalui aksi unjuk rasa. Karena itu, ia meminta mahasiswa menjaga satu sama lain selama mengikuti aksi.
“Ya itu, mahasiswa yang demo, demo tidak dilarang. Itu kan aspirasi, aspirasi. Hanya kita itu dalam demo itu, ya tetap sayang-sayang. Tolong jaga nama baik Universitas Pakuan itu aja,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan, pihak kampus juga menyediakan satu unit bus untuk mengangkut mahasiswa yang mengikuti aksi di Jakarta.
“Ya ada (bus). Kan kita kasih, enggak ada masalah, ya. Kita kasih,” kata Didik.
[…] Baca juga: Daftar 6 Tuntutan Demo Dari Mahasiswa Universitas Pakuan Bogor Hari Ini di Gedung DPR […]