MANGGARAI, Beritabandung.or.id – Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), sudah mengalami kelelahan setelah sehari-hari di tenda darurat pasca gempa.
Pelayanan RSUD Ruteng saat ini dilakukan di tenda darurat setelah sejumlah bagian bangunan rumah sakit mengalami kerusakan akibat gempa.
Para nakes tetap bertugas meski harus bekerja dalam kondisi sulit dan serba terbatas, termasuk menghadapi suhu dingin pada malam hari.
Humas RSUD Ruteng, Yohana Raisita Damalia Mari mengatakan, sejumlah nakes juga menjadi korban terdampak gempa.
Nobar Bola Gratis : KICKOFFTVid
“Untuk saat ini memang ada sebagian nakes yang sangat amat terdampak dengan gempa yang terjadi di Ruteng. Ada perawat yang rumahnya mungkin roboh, saat ini mereka tinggal di mobil, di tenda, tetapi tugas melayani itu sudah panggilan dari awal sebagai seorang nakes untuk melayani sesama,” ujarnya dilansir dari kanal Youtube Beritabandung.or.id.TV, Senin (24/8/2026).
Nakes Mulai Kelelahan, Ada yang Jatuh Sakit
Setelah berhari-hari memberikan pelayanan dalam kondisi darurat, kelelahan mulai dirasakan para nakes RSUD Ruteng.
“Teman-teman kadang-kadang sudah tidak memikirkan harus makan, harus minum, jadi sudah mulai kelelahan,” ucapnya.
Bahkan, lanjut dia, terdapat dokter yang tetap bertugas meski kondisi fisiknya sudah menurun.
“Karena sebagian dokter, kemarin kita masih pertahankan untuk tetap bertugas, meskipun dipasang infus, dikasih multivitamin secara injeksi, masih harus bertugas,” imbuhnya.
Namun, kondisi tersebut kini membuat rumah sakit harus menyesuaikan kembali tenaga yang bertugas. Sebab, terdapat pula dokter yang tak bertugas karena sakit.
“Dokter yang pertama kali menangani pasien saat gempa, itu malah tidak bisa datang karena bukan lagi kelelahan, tapi sudah mulai dengan keluhan diare, gangguan pencernaan,” tandasnya.
Untuk itu, menurut Yohana, saat ini sejumlah kebutuhan yang diperlukan para nakes yakni multivitamin, penghangat di tenda, serta pergantian jadwal jaga.
Untuk itu, menurut Yohana, saat ini sejumlah kebutuhan yang diperlukan para nakes yakni multivitamin, penghangat di tenda, serta pergantian jadwal jaga.
Layani 30-50 Pasien Per Hari
RSUD Ruteng merupakan rumah sakit rujukan bagi tiga kabupaten, yakni Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.
“Dalam sehari, karena Rumah Sakit Umum Ruteng adalah rumah sakit rujukan dari 3 kabupaten, jadi UGD kita itu sehari bisa terima 30 sampai 50 pasien,” katanya.
Yohana mengatakan, penugasan pelayanan di unit gawat darurat (UGD) melibatkan sejumlah 2-3 dokter umum, 6 perawat, dan 3 bidan.
Namun, jumlah tersebut dinilai belum mencukupi untuk menghadapi kondisi pelayanan pascagempa.
“Untuk situasi sekarang, kalau dibilang cukup (jumlah nakes bertugas), saya pastikan mungkin tidak cukup karena melayani di tengah kepanikan, keluarga yang merujuk pasien ke sini, dan kita tidak bisa prediksi satu hari pasien datang dengan kondisi gawat darurat yang harus ditangani oleh 2 atau 3 petugas, menurut saya itu kurang cukup,” tuturnya.
Nakes Kerja Overtime Setelah Gempa NTT
Sejak gempa NTT terjadi pada Sabtu (15/8/2026), para nakes RSUD Ruteng harus bekerja lebih lama dari jam kerja normal.
“Untuk perawat-perawat staf di ruangan itu kita overtime. Di hari pertama, kedua, dan ketiga itu kita overtime lebih dari jam kerja mereka. Terutama untuk kepala ruangan, leader di ruangannya itu bisa sampai sore, jam 4, jam 5 begitu,” ujar Yohana.
[…] Baca juga: Usai Gempa NTT, Nakes RSUD Ruteng Kewalahan, Ada yang Tidak Bertugas karena Jatuh Sakit […]