Gagal Manfaatkan Peluang Emas Vs Swiss, Jaminton Campaz Diteror Ancaman Pembunuhan

Gagal Manfaatkan Peluang Emas Vs Swiss, Jaminton Campaz Diteror Ancaman Pembunuhan

Beritabandung.or.id – Gelandang timnas Kolombia Jaminton Campaz menerima ancaman pembunuhan setelah negaranya tersingkir dari babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Federasi Sepak Bola Kolombia (FCF) mengecam keras aksi intimidasi tersebut dan mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut pelaku yang melayangkan ancaman melalui media sosial.

Link Streaming Piala Dunia Gratis : KICKOFFTVid

Campaz menjadi sasaran kemarahan sebagian suporter setelah Timnas Kolombia kalah dari Swiss lewat adu penalti pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Vancouver, Kanada, Rabu (8/7/2026) WIB.

Pada pertandingan tersebut, kedua tim bermain imbang tanpa gol hingga waktu normal dan perpanjangan waktu berakhir.

Baca juga Jordan Henderson Sudah Siap Hadapi Norwegia Usai Operasi Patah Lengan

Timnas Swiss kemudian memastikan tiket ke perempat final setelah menang 4-3 melalui adu penalti.

Sebuah Rakaat Panjang dari Norwegia

Meski sukses menjalankan tugas sebagai eksekutor penalti, Campaz mendapat sorotan karena membuang peluang emas pada babak tambahan waktu.

Dalam situasi hanya tinggal berhadapan dengan kiper lawan, pemain Rosario Central itu melepaskan tembakan yang melambung di atas mistar.

Baca juga Gavi Ungkap Impiannya Untuk Cetak Gol Salto di Final Piala Dunia 2026

Andaikan peluang tersebut berbuah gol, Kolombia berpeluang mengamankan kemenangan tanpa harus menjalani adu penalti.

Federasi Kolombia minta pelaku ditindak

Melalui pernyataan resminya, FCF menyampaikan dukungan penuh kepada Campaz beserta keluarga dan seluruh skuad tim nasional Kolombia.

Federasi juga meminta kantor jaksa agung Kolombia mempercepat penyelidikan untuk mengidentifikasi sekaligus menghukum pihak yang mengirim ancaman.

“Kami menyatakan solidaritas penuh kepada Jaminton Campaz, keluarganya, seluruh pemain tim nasional Kolombia, dan seluruh delegasi,” tulis FCF.

Berikut adalah transkrip teks dari gambar tersebut:

Federasi menegaskan tidak ada atlet yang pantas menerima intimidasi hanya karena membela negaranya di lapangan.

“Sepak bola harus menjadi ruang persatuan, rasa hormat, dan harapan, bukan tempat bagi kebencian, intimidasi, ataupun kekerasan,” lanjut pernyataan tersebut.

Campaz minta suporter tetap menghormati pemain

Di tengah derasnya hujatan, Campaz menyampaikan pesan kepada publik melalui akun Instagram pribadinya.

Ia mengunggah foto sedang menutupi wajahnya sebagai bentuk kekecewaan, sekaligus meminta masyarakat tidak membiarkan emosi berubah menjadi kebencian.

“Saya sangat menyesal tidak bisa memberikan kebahagiaan yang kita semua harapkan. Namun, saya ingin semua tahu bahwa saya tidak pernah kekurangan komitmen, dedikasi, maupun cinta kepada seragam ini,” tulis Campaz.

“Saya memberikan semua yang saya miliki di lapangan dan akan melakukannya lagi seribu kali demi negara saya”.

Ia juga mengajak suporter tetap menjaga rasa hormat kepada para pemain.

“Sepak bola juga terdiri dari momen-momen sulit. Tolong jangan pernah kehilangan rasa hormat. Kekecewaan dan kesedihan boleh ada, tetapi tidak ada gairah yang dapat membenarkan kebencian atau membuat seseorang hidup dalam ketakutan,” tambahnya.

Mengingatkan tragedi Andres Escobar

Kasus yang dialami Campaz mengingatkan publik pada salah satu tragedi paling kelam dalam sejarah sepak bola Kolombia.

Pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat, bek Kolombia Andres Escobar mencetak gol bunuh diri saat timnya kalah 1-2 dari Amerika Serikat.

Beberapa hari setelah kembali ke Kolombia, Escobar ditembak mati di Medellin, sebuah tragedi yang hingga kini menjadi simbol kelam hubungan antara sepak bola, kekerasan, dan fanatisme berlebihan.

Karena itu, Federasi Sepak Bola Kolombia berharap insiden yang menimpa Campaz dapat ditangani secara serius agar ancaman serupa tidak kembali terjadi terhadap para pemain yang membela negaranya.

guest
0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted