Mantan Pelatih Perancis Sebut Lamine Yamal Jadi Pembeda, Lionel Messi Sebuah Fenomena

Mantan Pelatih Perancis Sebut Lamine Yamal Jadi Pembeda, Lionel Messi Sebuah Fenomena

Beritabandung.or.id – Piala Dunia 2026 menyajikan dinamika yang sangat menarik bagi mantan pelatih Timnas Prancis, Laurent Blanc.

Laurent Blanc menyoroti bagaimana kehadiran bakat-bakat muda dan veteran kelas dunia mampu mengubah peta kekuatan di turnamen akbar ini.

Menariknya, Laurent Blanc menempatkan pemain Timnas Spanyol, Lamine Yamal, dan kapten Timnas Argentina, Lionel Messi, sebagai dua aktor utama yang layak disimak.

Link Streaming Piala Dunia Gratis : KICKOFFTVid

Mantan bek yang juga pernah membela klub asal Catalunya tersebut menilai bahwa turnamen tahun ini berjalan dengan penuh kejutan.

Selanjutnya

Blanc mencermati bahwa tim-tim besar yang diarsiteki pelatih berkelas seperti Timnas Prancis harus bekerja ekstra keras karena tidak ada lawan yang bisa dipandang sebelah mata di lapangan.

Baca juga Susunan Pemain Skotlandia Vs Brasil: Ancelotti Masih Tetap Cadangkan Neymar

Kolombia Menguji Ronaldo sebagai Pemain Tim

Tidak Ada Pertandingan Mudah

Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, Laurent Blanc menegaskan bahwa konsentrasi penuh adalah harga mati bagi setiap kesebelasan.

Dirinya menunjuk sejumlah hasil imbang yang mengejutkan sebagai bukti nyata bahwa jarak kualitas antarnegera semakin menipis.

“Menurut saya jelas bahwa tidak ada pertandingan yang mudah,” ungkap Blanc dikutip dari Barca Universal, Jumat (26/6/2026).

Baca juga Hasil VI Nations U17 Futsal Tournament 2026: Indonesia Digulung Oleh Spanyol 0-4

“Tanjung Verde bermain imbang dengan Spanyol, Kongo menahan imbang Portugal, Qatar bermain imbang 1-1 dengan Swiss, Jepang bermain imbang 2-2 dengan Belanda, sementara Ghana menghentikan laju Inggris. Saya bisa terus menyebutkan contoh lainnya.”

Bagi pria kelahiran Ales pada 19 November 1965 itu, situasi ini menuntut standar permainan yang sangat tinggi.

“Di level internasional, Anda selalu harus bermain sebaik mungkin dan dengan konsentrasi maksimal,” tambahnya.

Dampak Yamal dan Keajaiban Messi

Saat diminta memprediksi kekuatan utama yang berpeluang merebut trofi, Blanc memberikan pandangan menarik.

Laurent Blanc menyebut Jerman sebagai tim yang kuat, namun memberikan sorotan khusus pada Spanyol dan Argentina.

“Jerman kuat, Spanyol dengan Yamal adalah tim yang berbeda, Argentina-nya Messi adalah juara bertahan dan harus dihormati, lalu ada Brasil-nya Ancelotti,” tegas Blanc.

“Selain dua kekuatan besar tersebut, Laurent Blanc juga menyoroti tim kuda hitam yang berpotensi merepotkan.”

Berikut hasil transkripsi teks dari gambar:

“Di antara ‘kejutan’ tersebut, saya akan memasukkan Swiss dan Maroko,” ungkapnya melanjutkan.

Di luar tim, Blanc memberikan penghormatan khusus bagi Lionel Messi.

Meski sudah berusia 39 tahun, bagi Blanc, sang kapten Argentina itu tetap tampil di luar nalar manusia biasa.

“Luar biasa. Saya bermain hingga hampir usia 38 tahun, tetapi bagi seorang bek, ini lebih mudah: pengalaman dan pemahaman posisi sangat membantu,” jelas Laurent Blanc.

“Namun, baginya, yang harus mencetak gol dan membutuhkan kecepatan, daya ledak, kemampuan menggiring bola…”

“Dan bayangkan dia baru saja berusia 39 tahun… Dia benar-benar sebuah fenomena,” tutup Laurent Blanc.

guest
0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted